Forget Jakarta
![]() |
| tumblr.com |
"And I put all my heart to get to where you are, maybe it's time to move away.. I forget Jakarta and all the empty promises will fall.. This time, I'm gone to where this journey ends" - by Adhitia Sofyan.
Gue suka denger lagu bahkan kalo gue udah suka sama satu lagu, gue suka baper sendiri dengernya, gue suka nyari makna dari setiap lirik lagunya, kadang gue suka ngebayangin kalo gue yang ada di dalem lagu itu sampe gue suka senyum-senyum sendiri, melting sendiri, sedih sendiri padahal gue lagi gak ngalamin apa yang ada di lagu itu. Gue suka yang tiba-tiba bikin quote dari satu lagu yang gue ambil maknanya menurut diri gue sendiri. Sampe-sampe gue sering banget dibilang galau terus (hahaha). Padahal sebenernya gue sering kayak gini nih, dengerin lagu atau memperhatikan sekitar dan gue bikin quote di captions gue. Gatau kenapa gue selalu punya kepuasan sendiri, gak cuman lagu aja atau orang-orang disekeliling gue. Kalau gue nonton film, apalagi film yang kaitannya erat banget sama kehidupan gue sehari-hari. Oke lanjutttt...
"every song has a memory."
Inilah yang dialami setiap orang, ketika playlist lama terputar kembali. Yapp.. seolah ada mesin waktu yang menarik diri kembali pada moment yang mengingatkan kita pada seseorang. Lagu dan emosi berhubungan erat menurut yang pernah gue baca dan itu benar terjadi pada diri gue sendiri. Pertama kali gue denger lagu Forget Jakarta punyanya Adhitia Sofyan, gue langsung jatuh cinta, gue dengerin terus tiap malam, lama-lama gue merasa ikut masuk di dalem liriknya, gue ngebayangin yang ada di dalem lagu itu gue. Kenapa gue sering denger lagunya waktu malem, karena malam hari adalah waktu yang tepat untuk merenung menurut gue, untuk memikirkan apa-apa aja yang udah kita lewatin sampe detik ini. Tapi gak cuman apa-apa aja yang udah dilaluin, gue suka ngebayangin apa-apa aja yang belum pernah gue laluin.
Waktu gue denger lagu ini, ada dua hal bersamaan gue bayangin, kenangan gue sama masa lalu gue sendiri dan kenangan yang belum gue laluin tapi udah gue pikirin. Gimana deh itu, del... pas gue ikut ngerasain rasanya menjadi orang yang ada di lagu ini, gue ngambil kesimpulan, si penulis lagu ini mau menceritakan tentang Jakarta. Jakarta yang kita tahu, ramai, semrawut, keras. Lebih pas lagi lagu ini didengerin waktu sore menjelang malam. Gak tau ya pergantian waktu dari sore ke malam itu punya rasa yang susah buat gue jelasin. Senja, katanya. Siapa yang gak melting sendiri liat senja waktu lagi pulang kerja, pulang kuliah, lagi waktu macet dijalan ditemenin perpaduan jingga, biru, merah jambu, dan kelabu dilangit pertanda malam ingin datang. Dibalik Jakarta dengan segala keramaiannya yang selalu hadir tiap harinya, ada yang menarik ketika gue memahami arti dari lirik lagu ini, seakan kita kembali mengingat yang seharusnya sudah kita lupakan sejak lama bahkan mungkin nyata adanya ingatan itu benar kembali:
"Try to let go the things I knew... We'll forget Jakarta, promise that we'll never look behind. Tonight, we're gone to where this journey ends"
Bagian menyakitkan dari proses melupakan adalah ketika kenangan dengan tiba-tiba singgah untuk sekedar menyapa pemiliknya, namun kembali pada kenyataannya kenangan adalah sebuah kenangan yang sudah mempunyai tempatnya sendiri menjadi sebuah perjalanan yang memang tidak dapat dilanjutkan kembali sekeras apapun kita mencoba.
"But if you stay, I will stay, even though the town's not what it used to be"
Yapp.. seperti itulah Jakarta dengan semua kesemrawutannya, ada hal yang lekat dengan setiap memori seseorang tentang Jakarta. Yang akan membawa kita kembali pada masa lalu walaupun Jakarta selalu berubah setiap harinya. Gue pikir, setiap orang punya Jakartanya masing-masing.

Sekuttt...
BalasHapusGimana kalau makna 'forget jakarta' ini diganti menjadi seseorang. Jadi, seseorang yang akan kita lupakan
BalasHapus