Long Distance Relationship



Hai nama aku Amanda.

Tiga tahun lalu, aku pernah mempunyai mimpi bersama orang yang pada saat itu adalah pacarku. Ingat sekali bagaimana kami memperjuangkan jarak dan waktu setiap harinya. Sampai pada akhirnya kini impian-impian tersebut menjadi nyata adanya.

Hubungan jarak jauh, menurutku bukan hal yang mudah dan bukan juga hal yang menyulitkan. Lalu mengapa ada hubungan dan komitmen jika kalian bilang itu menyulitkan? Bukan juga hal yang mudah tentunya, jarak dan waktu menjadi benteng yang benar-benar membatasi pertemuan nyata waktu itu.

Dia, lelaki penuh dengan khawatirnya. Jika kau bertanya apakah aku merasa terkekang dengan sikapnya? tentu tidak. Aku percaya dia melakukan semua itu demi kami, demi hubungan kami yang akan terus baik-baik saja walau sebenarnya tidak ada yang pernah baik-baik saja bukan.

Dia, lelaki yang tidak pernah memberikan janji di kemudian hari. Karena yang aku ingat, dia selalu mendiskusikan pahit-manis suka-duka soal hubungan jarak jauh dan masa depan hubungan kami.

Lalu apa kami berdua lelah dengan hubungan jarak jauh? tentu tidak. Sejak awal kami sudah mengerti hubungan ini adalah hubungan yang cukup sulit. Tapi kami selalu percaya, jika terus bersama, kami akan baik-baik saja.

Satu yang sampai saat ini masih ku ingat dari seorang teman:

"kamu bisa menjalaninya, asal dengan orang yang tepat."



Bogor, 06 januari 2019.

Komentar

Postingan Populer